Hampers Mewah, Semewah Arti Kesederhanaan

Hari ini aku dikirimin bingkisan sama client dari kantor ku. Nggak tau kenapa, setiap  dikasih bingkisan dari client, aku ngeliat ada wajah yang ceria dari orang tua dan adik-adik ku.

Bingkisan kali ini berbentuk hampers lebaran. Sebagai keluarga Jawa, yang selalu belajar arti kesederhanaan, melihat bingkisan bermerek menjadi hal yang "wah" bagi ku dan adik-adik ku. Ya, aku dikasih hampers bermerk berisi kue, mungkin bagi banyak orang, itu hal yang biasa dan tidak terlalu istimewa, namun bagi ku ini hal yang sangat mewah, terlebih melihat adik dan orang tua ku tersenyum.

Ini bukanlah pencapaian, namun saat kami membuka bungkus hampers tersebut bersamaan, ada rasa lega di dalam hati saat mereka cekikikan karena guyonan "Museum-in aja ya dek, ini kue mahal, gabisa masuk tenggorokan".

Mungkin kedengarannya ndeso, ya memang begitulah keluarga kami, aku sangat belajar arti bahagia dari sebuah "kesederhanaan", dan tentu hal seperti itu akan ku terapkan kepada suami dan anak-anak ku kelak.

Di umur 23 Tahun, mungkin terlambat bagi ku membuat ukir senyum, namun tak ada kata terlambat bagi ku untuk membuat kalian tersenyum. Ada rasa lega yang luar biasa..

"Akhir-nya aku bisa bikin kalian senyum"

Ya, lega itu juga terpancar dari wajah mereka melihat anak pertamanya kerja

"Akhirnya anak pertama ku dapet bingkisan dari hasil kerjanya"

Sebagai first jobber, yang baru saja keterima probation disalahsatu perusahaan, ada rasa bangga dan khawatir, aku tidak bisa melanjutkan kebahagiaan kalian pada waktu cepat.

Dan menurut ku, 23Tahun, adalah masa tersulit. Bayangan masa depan abu-abu, ketakutan berhenti bekerja di detik itu dan samarnya guyonan, cekikikan, dan omelan bapak yang mungkin 10 tahun lagi akan sulit ku dengar, selalu menghantui benak ku.

Namun itulah kehidupan, harus berdiri tegak melawan kekhawatiran.

Dibalik kenakalan ku, beribu maaf sempat mengabaikan kalian dimasa remaja. Seiring berjalannya waktu, seiring sulitnya mencari uang, seiring semakin dewasanya usia, aku sadar betapa berharganya "keluarga", seperti yang bapak selalu bilang dengan nada omelan.

Kalianlah penguat ku!

Terima kasih telah menjadi keluarga yang sangat luar biasa. Maaf awi belum bisa kasih hal istimewa, cuma hampers bermerek dari client kantor.

Do'akan aku lanjut kontrak ya❤️

Komentar